Jojo Dhewaskara
Mencoba untuk menulis.
Rabu, 15 Juni 2011
Minggu, 29 Mei 2011
Brain Optimalization
Pernahkah merasakan ketika membaca buku pelajaran atau mendengar penjelasan dari dosen atau guru, kalian merasa mengantuk, atau sering melamun? Pada saat itu, kita akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah karna otak kiri kita yang overload / menampung terlalu banyak beban(pemikiran).
Sebenarnya, pada saat kita terlalu banyak aktivitas yang menggunakan logika, maka otak kiri kita akan bekerja dengan keras. Otak memiliki kecenderungan untuk saling mengimbangi antara kerja otak kiri dan otak kanan. Sehingga pada saat otak kiri bekerja dengan keras, karena tidak ada yang dapat dikerjakan oleh otak kanan, maka otak kanan itu akan melakukan kegiatan yang sangat sederhana, yaitu menganggur. Sehingga yang terjadi adalah kinerja otak kiri dan otak kanan tidak searah / bertolak belakang, sehingga menyulitkan untuk berkonsentrasi.
Dibawah ini adalah cara-cara untuk mengaktifkan otak kiri yang dapat dilakukan sebelum memulai pekerjaan, yaitu1. Mencubit atau mengusap-usap punggung tangan kanan. Dengan demikian, dapat memberikan rangsangan yang menyebabkan seluruh fungsi otak kiri menjadi aktif.2. Melakukan perhitungan sederhana, yaitu misalnya tambah-tambahan, perkalian, atau mengurutkan angka. Misalnya, urutkan 10 bilangan prima dimulai dari angka 100, dan sebagainya.3. Ucapkan kata-kata yang yang cukup susah, terutama dalam bahasa inggris, misalnya sheep,sheet,six,ship,dll.
------------------------------------------------------------
Ada sebuah test menarik yang saya ambil dari situs The Daily Telegraph, sebuah test yang menguji otak mana yang sedang Anda gunakan. Coba perhatikan gambar penari di bawah ini. Apakah Anda melihat penari tersebut berputar searah jarum jam? Ataukah malah sebaliknya?
Apabila Anda melihatnya berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya. Nah setelah itu fokus dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja. Ayo… Anda pasti bisa!
Kanan… Kiri… Kanan… Kiri… Kanan… Kiri…
Dibawah ini adalah cara mengaktifkan otak kanan yang dapat dilakukan sebelum memulai pekerjaan, yaitu1. Mencubit atau mengusap-usap tangan kiri2. Mendengarkan musik kesukaan3. Bangkitkanlah emosi-emosi yang positif, misalnya senang,relax,dsb.4. MELAMUNLAH... Hal ini mungkin aneh didengar, namun ternyata melamun sangatlah efektif dalam meningkatkan kinerja otak kanan.
Maafkan aku masih mencintaimu
Begitu kuat kenangan itu di memoriku
Aku masih ingat senyumanmu yang menggantung
Hmmm, desir rasa rindu ini,
Unspoken!
Aku tau aku tidak boleh lagi menyimpan cinta untukmu
Tapi ketika aku paksa hatiku, aku malah gamang
Ternyata, namamu sangat kuat terpatri
Meskipun seharusnya nama yang lain-lah yang ada di situ
Mungkin hatiku akan selalu selingkuh
Selingkuh karena porsi cintaku selalu lebih besar untukmu
Engkau adalah cinta yang terlarang untukku
Tapi aku sudah pasrah, gak bisa ngapa-ngapain
Meskipun seharusnya kau jadi sejarah
Tapi entah mengapa, file tentangmu selalu terbaru
Satu dekade waktu yang cukup lama,
Namun seperti baru kemarin saja
Maafkan aku
Karena masih menyimpan cinta ini untukmu
Malah masih berharap bertemu denganmu
Memelukmu sambil berharap tiada lagi pembatas itu…
Begitu kuat kenangan itu di memoriku
Aku masih ingat senyumanmu yang menggantung
Hmmm, desir rasa rindu ini,
Unspoken!
Aku tau aku tidak boleh lagi menyimpan cinta untukmu
Tapi ketika aku paksa hatiku, aku malah gamang
Ternyata, namamu sangat kuat terpatri
Meskipun seharusnya nama yang lain-lah yang ada di situ
Mungkin hatiku akan selalu selingkuh
Selingkuh karena porsi cintaku selalu lebih besar untukmu
Engkau adalah cinta yang terlarang untukku
Tapi aku sudah pasrah, gak bisa ngapa-ngapain
Meskipun seharusnya kau jadi sejarah
Tapi entah mengapa, file tentangmu selalu terbaru
Satu dekade waktu yang cukup lama,
Namun seperti baru kemarin saja
Maafkan aku
Karena masih menyimpan cinta ini untukmu
Malah masih berharap bertemu denganmu
Memelukmu sambil berharap tiada lagi pembatas itu…
Saat Roda itu Sejenak Terdiam
Saat roda hidup berhenti sejenak, sebuah rasa bernama gundah terkadang melingkupi banyak pemikiran.
Berada dalam situasi tidak menentu, membuat semua rasa menjadi tak menentu.
Saat inilah sebuah fase ujian sebenarnya dimulai.
Banyak kita yang terengah dan tidak kuat menghadapinya.
Kekalutan menjadi sebuah alasan untuk bertindak di luar garis yang ada.
Menabrak alam pikir hingga kita menjadi tidak beraturan dan kosong.
Saat inilah kontempelasi akan makna dibutuhkan.
Menyendiri sejenak, sembari melantunkan doa pada-Nya, menjadi pilihan tepat untuk bisa menilai langkah-langkah yang sudah kita lakukan.
Hikmahnya jelas akan mendekatkan pada-Nya.
Hmm mungkin inilah bagian-bagian yang tidak kita sadari.
Detik ini adalah sebuah perenungan sobat, yah perenungan akan langkah-langkah yang kita lalui….
Become Unstopable..Stop Dreaming, Do Action!
Menggali Potensi Diri Melalui Minat dan Bakat
Entrepreneurship / Kewirausahaan : Proses penerapan kreatifitas & inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda, dalam mencari peluang dari yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
WIRAUSAHA : Seorang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka suatu usaha dalam berbagai kesempatan dengan penerapan hasil pikirannya yang kreatif dan inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
• Bisnis yang baik adalah bisnis yang dikerjakan sepenuh hati, layaknya mengerjakan hobby.
• Bisnis harus sesuai dengan minat Anda.
• Bisnis yang baik sedikit banyak membutuhkan bakat tertentu.
• Minat dan Bakat agar berhasil dalam bisnis harus dilatih secara kontinyu.
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Langkah awal menjadi Wirausaha yang SUKSES
1. Mimpi.
2. Kerja keras.
3. Jangan putus asa.
4. Percaya diri.
5. Ilmu.
Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
CIRI-CIRI WIRAUSAHA (ENTREPRENEUR)
1. Memiliki motif berprestasi.
2. Memiliki perspektif ke depan.
3. Memiliki kreatifitas tinggi.
4. Memiliki sifat inovasi tinggi.
5. Memiliki komitmen terhadap pekerjaan.
6. Memiliki tanggung jawab.
7. Memiliki kemandirian.
8. Memiliki keberanian menghadapi risiko.
9. Selalu mencari peluang.
10. Memiliki jiwa kepemimpinan.
11. Memiliki kemampuan manajerial.
12. Memiliki kemampuan personal.
13. Mampu memecahkan masalah.
1. MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI
Dorongan untuk berprestasi tinggi harus ada dalam diri seseorang wirausaha, karena dapat membentuk mental yang ada pada diri mereka untuk selalu lebih unggul dan mengerjakan segala sesuatu melebihi standar yang ada.
2. MEMILIKI PERSPEKTIF KE DEPAN
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat mencapai target, sasaran atau impian, maka segeralah membuat impian-impian baru yang dapat memicu serta memberi semangat dan antusiasme kepada kita untuk mencapainya.
3. MEMILIKI KREATIFITAS TINGGI
Seorang wirausaha umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi “permintaan”.
4. MEMILIKI SIFAT INOVASI TINGGI
Inovasi adalah kreatifitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan & memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki.
Untuk senantiasa dapat berinovasi, kita memerlukan kecerdasan kreatif. Caranya adalah dengan berlatih untuk senantiasa menurunkan gelombang otak sedemikian sehingga kita dapat menggali kreatifitas dan intuisi bisnis.
5. MEMILIKI KOMITMEN TERHADAP PEKERJAAN
3 hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses, yaitu mimpi, kerja keras, tidak putus asa, percaya diri dan ilmu. Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
6. MEMILIKI TANGGUNG JAWAB
Ide & perilaku seorang wirausaha tidak terlepas dari tuntutan tanggungjawab. Oleh karena itu, komitmen sangat diperlukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggungjawab. Indikator orang yang bertanggungjawab adalah berdisiplin, penuh komitmen, bersungguh-sungguh, jujur, berdedikasi tinggi & konsisten.
7. MEMILIKI KEMANDIRIAN
Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri. Intinya adalah kepandaian dalam memanfaatkan potensi diri tanpa harus diatur oleh orang lain.
8. MEMILIKI KEBERANIAN MENGHADAPI RISIKO
Semakin besar risiko yang dihadapinya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan. Berani menghadapi risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap risiko yang akan diambil. Risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.
9. SELALU MENCARI PELUANG
Semakin tinggi kemampuan seorang wirausaha dalam mengerjakan berbagai tugas sekaligus, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.
10. MEMILIKI JIWA KEPEMIMPINAN
Jiwa kepemimpinan, sebagai faktor penting untuk dapat mempengaruhi kinerja orang lain, memberikan sinergi yang kuat demi tercapainya suatu tujuan.
11. MEMILIKI KEMAMPUAN MANAJERIAL
Kemamuan manajerial seseorang dapat di lihat dari tiga kemampuan, yaitu :
a.Kemampuan teknik.
b. Kemampuan pribadi atau personal.
c.Kemampuan emosional.
Seorang wirausaha yang cerdas harus mampu menggunakan tenaga dan waktu orang lain untuk mencapai impiannya.
12. MEMILIKI KEMAMPUAN PERSONAL
Semua orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai ketrampilan personal.
13. MAMPU MEMECAHKAN PERMASALAHAN
Seorang wirausaha yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami, pada umumnya lebih cepat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi.
Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang sahih, mereka dengan segera memberikan alternatif pendekatan pemecahan permasalahan.
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA
• Jujur dalam bertindak dan bersikap.
• Rajin, tepat waktu dan tidak pemalas.
• Selalu murah senyum .
• Lemah lembut dan ramah tamah.
• Sopan santun dan hormat.
• Selalu ceria dan mudah bergaul.
• Fleksibel dan suka menolong pelanggan.
• Serius dan memiliki rasa tanggung jawab.
• Rasa memiliki perusahaan yg tinggi.
FUNGSI WIRAUSAHA
Menurut Zimmerer (1996), fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda untuk dapat melakukan persaingan.
Nilai tambah tersebut diciptakan melalui :
1. Pengembangan teknologi baru.
2. Penemuan pengetahuan baru.
3. Perbaikan produk dan jasa yang ada.
4. Penemuan cara-cara berbeda.
FAKTOR KEBERHASILAN WIRAUSAHA
1. Kemampuan dan kemauan.
2. Tekad yg kuat dan kerja keras.
3. Mengenal peluang yg ada & berusaha meraihnya.
4. Pengendalian diri.
5. Tidak suka berpangku tangan.
6. Motivasi.
7. Mampu menganalisa kesempatan.
8. Pemikiran yg kreatif.
9. Percaya diri.
10. Mampu memecahkan persoalan.
11. Pemikiran yg obyektif.
FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA
1. Tidak kompeten dalam hal manajerial.
2. Kurang berpengalaman.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
4. Gagal dalam perencanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
6. Kurangnya pengawasan dan lemahnya usaha pemasaran.
7. Tidak dapat mengendalikan pertumbuhan usaha.
8. Ketidakmampuan dalam peralihan / transisi kewirausahaan.
9. Penetapan harga yang tidak tepat dan bersifat boros.
10. Kurang bersedia untuk berkorban.
KEUNTUNGAN KEWIRAUSAHAAN….
> Mengendalikan nasib anda sendiri
> Mencapai potensi sepenuhnya
> Berperan dlm masy. & mendpt pengakuan usaha
> Melakukan perubahan
> Meraih keuntungan tanpa batas
> Bersenang-senang
KELEMAHAAN KEWIRAUSAHAAN
> Pendptan yg tdk pasti
> Resiko kehilangan slrh investasi
> Tanggung jwb penuh
> Ketegangan mental yg tinggi
> Kerja lama & kerja keras
> Keputus-asaan
> Mutu hidup yang rendah sampai bisnis mapan
Ide, Inovasi dan Kreatifitas
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Kreatif
Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memandang masalah dan peluang. Menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan.
Memikirkan hal-hal baru
Inovasi
Kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif untuk masalah-masalah atau kesempatan untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan orang.
Melakukan hal-hal baru.
Kreatifitas + Penerimaan Pasar = Inovasi
Inovasi adalah meniru secara kreatif.
HaMbAtAn KreAtif
• Tidak berusaha menentang kenyataan / fokus untuk “Menjadi logis.”
• Merasa hanya ada SATU pilihan jawaban yang tepat.
• Ikut KELAZIMAN / kebiasaan.
• Terlalu cepat mengevaluasi dan mengatakan “itu mustahil.”
• Takut !! (Dianggap bodoh; salah; gagal).
• Percaya bahwa “Saya tidak kreatif.”
Sikap positif untuk kreatif
> Keingintahuan
> Senang tantangan
> Ketidakpuasan yang konstruktif
5 Langkah agar dapat berpikir kreatif :
1. Hindari sikap untuk tidak belajar dan belajarlah yang banyak.
2. Diskusi dengan orang lain dan gunakan waktu untuk belajar sesuatu dengan orang lain.
3. Baca dan himpun artikel-artikel yg penting.
4. Temui profesional dan pelajari cara mereka memecahkan masalah.
5. Kembangkan ketrampilan menyimak gagasan orang lain.
PERENCANAAN PEMASARAN
KONSEP PEMASARAN
Berpedoman pada tercapainya tujuan perusahaan yang ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dan keinginan pasar sasaran & terciptanya kepuasan yang diinginkan lebih efektif & efisien daripada yang dilakukan oleh pesaing.
KONSEP PENJUALAN
Konsep ini diaplikasikan pada barang yang tidak dicari, yakni barang yang pada umumnya tidak terpikir oleh orang yang membelinya.
PERBEDAAN
| Konsep pemasaran | Konsep pemjualan |
---------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
Titik awal | Pasar | Pabrik |
Fokus | Kebutuhan konsumen | Produk yang ada |
Saran | Pemasaran terpadu | Penjualan dan Promosi |
Akhir | Keuntungan melalui kepuasan konsumen | Laba melalui Volume Penjualan |
PERENCANAAN PEMASARAN
Ada beberapa langkah dalam perencanaan pemasaran :
1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
2. Memilih pasar sasaran khusus .
3. Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan.
4. Memilih strategi pemasaran.
MENENTUKAN KEBUTUHAN & KEINGINAN PELANGGAN
> Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran.
> Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen.
> Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.
MEMILIH PASAR SASARAN KHUSUS
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus :
a.Pasar individual (individual market)
b.Pasar market (niche market)
c.Segmentasi pasar (market segmentation)
Menempatkan Strategi Pemasaran dalam Persaingan
Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan dari lingkungan persaingan.
Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing.
a. Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).
b. Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif, efisien dan tepat.
c. Kenyamanan (convenience) yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan dan kenikmatan.
d. Inovasi (innovation) yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa maupun proses.
e. Kecepatan (speed) atau disebut juga Time Compression Management (TCM) yang diwujudkan dalam bentuk :
* Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar.
* Memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer respons time).
f. Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
MEMILIH STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran ialah panduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran.
PENGERTIAN PASAR
Adalah orang-orang atau organisasi dengan kebutuhan atau keinginan dan kemampuan serta keinginan untuk membeli.
PENGERTIAN PEMASARAN
Adalah proses perencanaan dan penerapan konsepsi, penetapan harga, & distribusi barang, jasa & ide untuk mewujudkan pertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi.
SEGMENTASI PASAR
Market segmentation adalah proses membagi sebuah pasar ke dalam segmen-segmen atau kelompok-kelompok yang bermakna, relatif sempurna dan dapat di identifikasikan.
TUJUAN SEGMENTASI PASAR
Membuat para pemasar mampu menyesuaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan atau lebih segmen tertentu.
Kriteria Segmentasi Yang Berhasil
> Jumlahnya cukup substansial atau substansialitas (substantiality).
> Dapat diidentifikasi dan diukur (identifiability and measurability).
> Dapat diakses (accessibility).
> Daya tanggap (responsiveness).
Jumlahnya Cukup Substansial / Substansialitas (Substantiality)
Sebuah segmen harus cukup besar untuk menjamin pengembangan dengan pemeliharaan bauran pemasaran yang khusus.
Dapat Diidentifikasi & Diukur (Identifiability and Measurability)
Segmen harus bisa diidentifikasi dan besarnya harus bisa diukur.
Dapat Diakses (Accessibility)
Perusahaan harus mampu meraih anggota-anggota dari segmen sasaran dengan bauran pemasaran yang disesuaikan.
DAYA TANGGAP (RESPONSIVENESS)
Jika satu segmen pasar merespon ke bauran pemasaran secara berbeda dari segmen-segmen lainnya, maka segmen tersebut tidak perlu diperlukan secara terpisah.
DASAR MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR
1. Segmentasi berdasarkan geografis.
Terdiri dari :
a.Wilayah negara atau dunia, provinsi, kabupaten, kecamatan.
b.Ukuran pasar.
c.Tingkat kepadatan.
d.Iklim pasar.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada negara tertentu, atau hanya dijual di provinsi tertentu.
2. Segmentasi berdasarkan demografis.
Terdiri dari :
a.Usia.
b.Jenis kelamin.
c.Ukuran keluarga.
d.Pendapatan.
e.Pekerjaan.
f.Pendidikan.
g. Agama.
h. Ras kebangsaan.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dgn melayani / menjual produk kepada umur tertentu
misalnya : susu untuk bayi), jenis kelamin (lipstik untuk wanita), agama (halal untuk islam dan tidak halal untuk non islam).
3. Segmentasi berdasarkan psikografis.
Terdiri dari :
a.Kelas sosial.
b.Gaya hidup.
c.Karakteristik kepribadian.
d. Motivasi.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang kaya) atau untuk kaum yang sering berubah (gaya) tertentu.
4. Segmentasi berdasarkan perilaku.
Terdiri dari :
a. Pengetahuan.
b. Sikap.
c. Kegunaan.
d. Tanggapan terhadap suatu produk.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang yang memiliki pengetahuan luas dan rasional) atau untuk kaum yang peduli terhadap hal-hal tertentu.
MENENTUKAN PASAR SASARAN
3 cara menentukan Strategi Penetapan Sasaran :
1. Penetapan sasaran yang tidak membedakan/sama
(Undifferentiated Targeting).
2. Penetapan sasaran terkonsentrasi (Concentrated Targeting).
3. Penetapan sasaran segmen majemuk (Multisegment Targeting).
Keunggulan dan Kelemahan (Undifferentiated Targeting)
Keunggulan :
> Berpotensi menghemat biaya produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Penawaran produk yang tidak imajinatif.
> Perusahan lebih rentan terhadap persaingan.
Keunggulan dan Kelemahan Concentrated Targeting
Keunggulan :
> Konsentrasi pada sumber daya.
> Dapat memenuhi kebutuhan segmen yang di identifikasikan secara sempit.
> Memberikan peluang kepada beberapa perusahaan kecil untuk bersaing secara lebih baik dengan perusahaan-perusahaan besar.
Kelemahan :
> Segmen terlalu kecil, atau berubah.
> cara pesaing yang besar dapat lebih baik memasarkan ke segmen-segmen ceruk.
Keunggulan dan Kelemahan Multisegment Targeting
Keunggulan :
> Kesuksesan keuangan yang lebih besar.
> Skala ekonomis dalam produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Biaya tinggi.
> Kanibalisasi.
MENETAPKAN POSISI PASAR
Posisi adalah tempat sebuah produk, merek atau kelompok produk yang ada di bank para konsumen, relatif terhadap penawaran persaingan.
Penempatan posisi (positioning) adalah mengembangan bauran pemasaran spesifik untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan-pelanggan potensial terhadap merek, lini produk atau organisasi secara umum.
DASAR POSITIONING
Dasar positioning sebagai berikut :
a.Atribut.
b. Harga dan kualitas.
c.Pemakaian atau aplikasi.
d. Pemakaian produk.
e.Kelas produk.
f.Pesaing.
Entrepreneurship / Kewirausahaan : Proses penerapan kreatifitas & inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda, dalam mencari peluang dari yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
WIRAUSAHA : Seorang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka suatu usaha dalam berbagai kesempatan dengan penerapan hasil pikirannya yang kreatif dan inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
• Bisnis yang baik adalah bisnis yang dikerjakan sepenuh hati, layaknya mengerjakan hobby.
• Bisnis harus sesuai dengan minat Anda.
• Bisnis yang baik sedikit banyak membutuhkan bakat tertentu.
• Minat dan Bakat agar berhasil dalam bisnis harus dilatih secara kontinyu.
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Langkah awal menjadi Wirausaha yang SUKSES
1. Mimpi.
2. Kerja keras.
3. Jangan putus asa.
4. Percaya diri.
5. Ilmu.
Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
CIRI-CIRI WIRAUSAHA (ENTREPRENEUR)
1. Memiliki motif berprestasi.
2. Memiliki perspektif ke depan.
3. Memiliki kreatifitas tinggi.
4. Memiliki sifat inovasi tinggi.
5. Memiliki komitmen terhadap pekerjaan.
6. Memiliki tanggung jawab.
7. Memiliki kemandirian.
8. Memiliki keberanian menghadapi risiko.
9. Selalu mencari peluang.
10. Memiliki jiwa kepemimpinan.
11. Memiliki kemampuan manajerial.
12. Memiliki kemampuan personal.
13. Mampu memecahkan masalah.
1. MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI
Dorongan untuk berprestasi tinggi harus ada dalam diri seseorang wirausaha, karena dapat membentuk mental yang ada pada diri mereka untuk selalu lebih unggul dan mengerjakan segala sesuatu melebihi standar yang ada.
2. MEMILIKI PERSPEKTIF KE DEPAN
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat mencapai target, sasaran atau impian, maka segeralah membuat impian-impian baru yang dapat memicu serta memberi semangat dan antusiasme kepada kita untuk mencapainya.
3. MEMILIKI KREATIFITAS TINGGI
Seorang wirausaha umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi “permintaan”.
4. MEMILIKI SIFAT INOVASI TINGGI
Inovasi adalah kreatifitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan & memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki.
Untuk senantiasa dapat berinovasi, kita memerlukan kecerdasan kreatif. Caranya adalah dengan berlatih untuk senantiasa menurunkan gelombang otak sedemikian sehingga kita dapat menggali kreatifitas dan intuisi bisnis.
5. MEMILIKI KOMITMEN TERHADAP PEKERJAAN
3 hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses, yaitu mimpi, kerja keras, tidak putus asa, percaya diri dan ilmu. Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
6. MEMILIKI TANGGUNG JAWAB
Ide & perilaku seorang wirausaha tidak terlepas dari tuntutan tanggungjawab. Oleh karena itu, komitmen sangat diperlukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggungjawab. Indikator orang yang bertanggungjawab adalah berdisiplin, penuh komitmen, bersungguh-sungguh, jujur, berdedikasi tinggi & konsisten.
7. MEMILIKI KEMANDIRIAN
Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri. Intinya adalah kepandaian dalam memanfaatkan potensi diri tanpa harus diatur oleh orang lain.
8. MEMILIKI KEBERANIAN MENGHADAPI RISIKO
Semakin besar risiko yang dihadapinya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan. Berani menghadapi risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap risiko yang akan diambil. Risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.
9. SELALU MENCARI PELUANG
Semakin tinggi kemampuan seorang wirausaha dalam mengerjakan berbagai tugas sekaligus, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.
10. MEMILIKI JIWA KEPEMIMPINAN
Jiwa kepemimpinan, sebagai faktor penting untuk dapat mempengaruhi kinerja orang lain, memberikan sinergi yang kuat demi tercapainya suatu tujuan.
11. MEMILIKI KEMAMPUAN MANAJERIAL
Kemamuan manajerial seseorang dapat di lihat dari tiga kemampuan, yaitu :
a.Kemampuan teknik.
b. Kemampuan pribadi atau personal.
c.Kemampuan emosional.
Seorang wirausaha yang cerdas harus mampu menggunakan tenaga dan waktu orang lain untuk mencapai impiannya.
12. MEMILIKI KEMAMPUAN PERSONAL
Semua orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai ketrampilan personal.
13. MAMPU MEMECAHKAN PERMASALAHAN
Seorang wirausaha yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami, pada umumnya lebih cepat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi.
Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang sahih, mereka dengan segera memberikan alternatif pendekatan pemecahan permasalahan.
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA
• Jujur dalam bertindak dan bersikap.
• Rajin, tepat waktu dan tidak pemalas.
• Selalu murah senyum .
• Lemah lembut dan ramah tamah.
• Sopan santun dan hormat.
• Selalu ceria dan mudah bergaul.
• Fleksibel dan suka menolong pelanggan.
• Serius dan memiliki rasa tanggung jawab.
• Rasa memiliki perusahaan yg tinggi.
FUNGSI WIRAUSAHA
Menurut Zimmerer (1996), fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda untuk dapat melakukan persaingan.
Nilai tambah tersebut diciptakan melalui :
1. Pengembangan teknologi baru.
2. Penemuan pengetahuan baru.
3. Perbaikan produk dan jasa yang ada.
4. Penemuan cara-cara berbeda.
FAKTOR KEBERHASILAN WIRAUSAHA
1. Kemampuan dan kemauan.
2. Tekad yg kuat dan kerja keras.
3. Mengenal peluang yg ada & berusaha meraihnya.
4. Pengendalian diri.
5. Tidak suka berpangku tangan.
6. Motivasi.
7. Mampu menganalisa kesempatan.
8. Pemikiran yg kreatif.
9. Percaya diri.
10. Mampu memecahkan persoalan.
11. Pemikiran yg obyektif.
FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA
1. Tidak kompeten dalam hal manajerial.
2. Kurang berpengalaman.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
4. Gagal dalam perencanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
6. Kurangnya pengawasan dan lemahnya usaha pemasaran.
7. Tidak dapat mengendalikan pertumbuhan usaha.
8. Ketidakmampuan dalam peralihan / transisi kewirausahaan.
9. Penetapan harga yang tidak tepat dan bersifat boros.
10. Kurang bersedia untuk berkorban.
KEUNTUNGAN KEWIRAUSAHAAN….
> Mengendalikan nasib anda sendiri
> Mencapai potensi sepenuhnya
> Berperan dlm masy. & mendpt pengakuan usaha
> Melakukan perubahan
> Meraih keuntungan tanpa batas
> Bersenang-senang
KELEMAHAAN KEWIRAUSAHAAN
> Pendptan yg tdk pasti
> Resiko kehilangan slrh investasi
> Tanggung jwb penuh
> Ketegangan mental yg tinggi
> Kerja lama & kerja keras
> Keputus-asaan
> Mutu hidup yang rendah sampai bisnis mapan
Ide, Inovasi dan Kreatifitas
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Kreatif
Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memandang masalah dan peluang. Menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan.
Memikirkan hal-hal baru
Inovasi
Kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif untuk masalah-masalah atau kesempatan untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan orang.
Melakukan hal-hal baru.
Kreatifitas + Penerimaan Pasar = Inovasi
Inovasi adalah meniru secara kreatif.
HaMbAtAn KreAtif
• Tidak berusaha menentang kenyataan / fokus untuk “Menjadi logis.”
• Merasa hanya ada SATU pilihan jawaban yang tepat.
• Ikut KELAZIMAN / kebiasaan.
• Terlalu cepat mengevaluasi dan mengatakan “itu mustahil.”
• Takut !! (Dianggap bodoh; salah; gagal).
• Percaya bahwa “Saya tidak kreatif.”
Sikap positif untuk kreatif
> Keingintahuan
> Senang tantangan
> Ketidakpuasan yang konstruktif
5 Langkah agar dapat berpikir kreatif :
1. Hindari sikap untuk tidak belajar dan belajarlah yang banyak.
2. Diskusi dengan orang lain dan gunakan waktu untuk belajar sesuatu dengan orang lain.
3. Baca dan himpun artikel-artikel yg penting.
4. Temui profesional dan pelajari cara mereka memecahkan masalah.
5. Kembangkan ketrampilan menyimak gagasan orang lain.
PERENCANAAN PEMASARAN
KONSEP PEMASARAN
Berpedoman pada tercapainya tujuan perusahaan yang ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dan keinginan pasar sasaran & terciptanya kepuasan yang diinginkan lebih efektif & efisien daripada yang dilakukan oleh pesaing.
KONSEP PENJUALAN
Konsep ini diaplikasikan pada barang yang tidak dicari, yakni barang yang pada umumnya tidak terpikir oleh orang yang membelinya.
PERBEDAAN
| Konsep pemasaran | Konsep pemjualan |
---------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
Titik awal | Pasar | Pabrik |
Fokus | Kebutuhan konsumen | Produk yang ada |
Saran | Pemasaran terpadu | Penjualan dan Promosi |
Akhir | Keuntungan melalui kepuasan konsumen | Laba melalui Volume Penjualan |
PERENCANAAN PEMASARAN
Ada beberapa langkah dalam perencanaan pemasaran :
1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
2. Memilih pasar sasaran khusus .
3. Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan.
4. Memilih strategi pemasaran.
MENENTUKAN KEBUTUHAN & KEINGINAN PELANGGAN
> Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran.
> Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen.
> Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.
MEMILIH PASAR SASARAN KHUSUS
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus :
a.Pasar individual (individual market)
b.Pasar market (niche market)
c.Segmentasi pasar (market segmentation)
Menempatkan Strategi Pemasaran dalam Persaingan
Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan dari lingkungan persaingan.
Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing.
a. Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).
b. Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif, efisien dan tepat.
c. Kenyamanan (convenience) yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan dan kenikmatan.
d. Inovasi (innovation) yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa maupun proses.
e. Kecepatan (speed) atau disebut juga Time Compression Management (TCM) yang diwujudkan dalam bentuk :
* Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar.
* Memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer respons time).
f. Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
MEMILIH STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran ialah panduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran.
PENGERTIAN PASAR
Adalah orang-orang atau organisasi dengan kebutuhan atau keinginan dan kemampuan serta keinginan untuk membeli.
PENGERTIAN PEMASARAN
Adalah proses perencanaan dan penerapan konsepsi, penetapan harga, & distribusi barang, jasa & ide untuk mewujudkan pertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi.
SEGMENTASI PASAR
Market segmentation adalah proses membagi sebuah pasar ke dalam segmen-segmen atau kelompok-kelompok yang bermakna, relatif sempurna dan dapat di identifikasikan.
TUJUAN SEGMENTASI PASAR
Membuat para pemasar mampu menyesuaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan atau lebih segmen tertentu.
Kriteria Segmentasi Yang Berhasil
> Jumlahnya cukup substansial atau substansialitas (substantiality).
> Dapat diidentifikasi dan diukur (identifiability and measurability).
> Dapat diakses (accessibility).
> Daya tanggap (responsiveness).
Jumlahnya Cukup Substansial / Substansialitas (Substantiality)
Sebuah segmen harus cukup besar untuk menjamin pengembangan dengan pemeliharaan bauran pemasaran yang khusus.
Dapat Diidentifikasi & Diukur (Identifiability and Measurability)
Segmen harus bisa diidentifikasi dan besarnya harus bisa diukur.
Dapat Diakses (Accessibility)
Perusahaan harus mampu meraih anggota-anggota dari segmen sasaran dengan bauran pemasaran yang disesuaikan.
DAYA TANGGAP (RESPONSIVENESS)
Jika satu segmen pasar merespon ke bauran pemasaran secara berbeda dari segmen-segmen lainnya, maka segmen tersebut tidak perlu diperlukan secara terpisah.
DASAR MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR
1. Segmentasi berdasarkan geografis.
Terdiri dari :
a.Wilayah negara atau dunia, provinsi, kabupaten, kecamatan.
b.Ukuran pasar.
c.Tingkat kepadatan.
d.Iklim pasar.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada negara tertentu, atau hanya dijual di provinsi tertentu.
2. Segmentasi berdasarkan demografis.
Terdiri dari :
a.Usia.
b.Jenis kelamin.
c.Ukuran keluarga.
d.Pendapatan.
e.Pekerjaan.
f.Pendidikan.
g. Agama.
h. Ras kebangsaan.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dgn melayani / menjual produk kepada umur tertentu
misalnya : susu untuk bayi), jenis kelamin (lipstik untuk wanita), agama (halal untuk islam dan tidak halal untuk non islam).
3. Segmentasi berdasarkan psikografis.
Terdiri dari :
a.Kelas sosial.
b.Gaya hidup.
c.Karakteristik kepribadian.
d. Motivasi.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang kaya) atau untuk kaum yang sering berubah (gaya) tertentu.
4. Segmentasi berdasarkan perilaku.
Terdiri dari :
a. Pengetahuan.
b. Sikap.
c. Kegunaan.
d. Tanggapan terhadap suatu produk.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang yang memiliki pengetahuan luas dan rasional) atau untuk kaum yang peduli terhadap hal-hal tertentu.
MENENTUKAN PASAR SASARAN
3 cara menentukan Strategi Penetapan Sasaran :
1. Penetapan sasaran yang tidak membedakan/sama
(Undifferentiated Targeting).
2. Penetapan sasaran terkonsentrasi (Concentrated Targeting).
3. Penetapan sasaran segmen majemuk (Multisegment Targeting).
Keunggulan dan Kelemahan (Undifferentiated Targeting)
Keunggulan :
> Berpotensi menghemat biaya produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Penawaran produk yang tidak imajinatif.
> Perusahan lebih rentan terhadap persaingan.
Keunggulan dan Kelemahan Concentrated Targeting
Keunggulan :
> Konsentrasi pada sumber daya.
> Dapat memenuhi kebutuhan segmen yang di identifikasikan secara sempit.
> Memberikan peluang kepada beberapa perusahaan kecil untuk bersaing secara lebih baik dengan perusahaan-perusahaan besar.
Kelemahan :
> Segmen terlalu kecil, atau berubah.
> cara pesaing yang besar dapat lebih baik memasarkan ke segmen-segmen ceruk.
Keunggulan dan Kelemahan Multisegment Targeting
Keunggulan :
> Kesuksesan keuangan yang lebih besar.
> Skala ekonomis dalam produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Biaya tinggi.
> Kanibalisasi.
MENETAPKAN POSISI PASAR
Posisi adalah tempat sebuah produk, merek atau kelompok produk yang ada di bank para konsumen, relatif terhadap penawaran persaingan.
Penempatan posisi (positioning) adalah mengembangan bauran pemasaran spesifik untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan-pelanggan potensial terhadap merek, lini produk atau organisasi secara umum.
DASAR POSITIONING
Dasar positioning sebagai berikut :
a.Atribut.
b. Harga dan kualitas.
c.Pemakaian atau aplikasi.
d. Pemakaian produk.
e.Kelas produk.
f.Pesaing.
Kisah Kematian Terindah dalam Sejarah
Sebuah kisah yang menceritakan detik-detik terakhir wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Wafatnya Nabi kita tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebuah kisah yang sangat mengagumkan dan menggetarkan dada orang-orang yg beriman. Maka simaklah detik-detik yg mengharukan berikut ini.
Sebelum beliau wafat, beliau melakukan haji terakhir yang disebut sebagai haji wada’ (haji perpisahan). Saat beliau melakukan ibadah tersebut turunlah firman Allah SWT yg artinya:”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nitmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS.al-Maidah:3)
Maka menang9islah Abu Bakar as shiddiq ra. Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadanya: “Apa yg membuatmu menangis dalam ayat tersebut?” Abu Bakar ra menjawab:” Ini adalah berita kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.”
Kembalilah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dari haji wada’ dan kurang dari tujuh hari wafat beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, turunlah ayat al-Qur’an paling akhir yg artinya: “Dan peliharalah dirimu dari (azab yg terjadi pada) hari yg pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yg sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS.al-Baqarah:281).
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mulai menampakkan sakit beliau. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:”Aku ingin mengunjungi syuhada ‘Uhud”, maka beliaupun berangkat pagi menuju syuhada ‘Uhud di awal-awal bulan Shafar tahun 11 H. Lalu berdiri diatas makam para syuhada dan berkata:” Assalamu’alaikum wahai syhada ‘Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului kami dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul kalian.”
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasululah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Apa yang membuat anda menangis wahai Rasulullah ?” Beliau bersabda:” Aku merindukan saudara-saudaraku seiman.” Mereka berkata:” Bukahkah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah?” Beliau bersabda:” Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudaraku seiman adalah suatu kaum yg datang setelahku, mere ka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku.”
Saya berdoa kepada Allah SWT mudah-nudahan kita semua termasuk mereka yg dirindukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Pada hari senin 29 Shafar beliau menghadiri jenazah di Baqi’. Ketika pulang beliau merasakan pusing di kepala dan panas badannya meninggi. Maka beliaupun mulai sakit dan terus bertambah sakit. Selama sakitnya itu beliau tetap memimpin shalat selama 11 hari dari 13 atau 14 hari masa sakit beliau. Sejak kamis malam, 4 hari sebelum wafat beliau, pada waktu shalat Isya’, beliau meminta agar Abu Bakar ra menggantikannya dalam memimpin shalat.
Tiga hari sebelum beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, sakit beliau mulai mengeras. Beliau saat itu berada dirumah Sayyidah Maimunah ra. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Kumpulkanlah istri-istriku.” Maka berkumpullah istri-istri beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda kepada mereka:” Apakah kalian mengizinkan aku untuk tinggal di rumah ‘Aisyah?” Maka mereka menjawab:” Kami mengizinkan anda wahai Rasulullah.”
Kemudian beliau berkeinginan untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah ‘Ali ibn Abi Thalib, dan al-Fadl ibn al-‘Abbas ra. Maka merekapun membopong Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu mereka memindahkan beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dari kamar Maimunah ra menuju kamar ‘Aisyah ra.
Adapun para sahabat ra, baru pertama kali ini mereka melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dibopong di atas dua tangan. maka berkumpullah para sahabat ra dan mereka berkata:” Apa yang terjadi pada Rasulullah, apa yang terjadi pada Rasulullah?”
Mulailah manusia berkumpul di dalam masjid. Masjidpun mulai penuh dengan para sahabat ra. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dibawa menuju rumah ‘Aisyah ra. Mulailah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mencucurkan keringat, berkeringat dan berkeringat. Berkatalah ‘Aisyah ra:”Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yg berkeringat deras seperti ini.” Maka dia mengambil tangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan dengannya dia mengusap keringat beliau. (Maka mengapakah dia mengusap keringat dg tangan beliau dan tidak mengusapnya dengan tangannya sendiri?) ‘Aisyah ra berkata:” Sesungguhnya tangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam lebih lembut dan lebih mulia daripada tanganku, oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku.” (ini adalah sebuah penghormatan terhadap Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam)
‘Aisyah ra berkata:”Aku mendengar beliau berkata:”Laa Ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat, Laa Ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat.”
Mulailah suara-suara didalam masjid meninggi. Bersabdalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:”Apa ini?” Berkatalah ‘Aisyah ra: “Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan anda wahai Rasulullah.” Beliaupun bersabda: ”Bawalah aku kepada mereka.” Maka beliau berkehendak untuk bangun, akan tetapi tidak mampu. maka para sahabat menyirankan tujuh qirbah (timba) air kepada beliau hingga beliau bangkit, dan membawa neliau naik ke atas mimbar.
Jadilah khutbah tersebut adalah khutbah terakhir beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, menjadi kalimat terakhir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan doa terakhir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Beliau bersabda:” Wahai manusia, kalian mengkhawatirkan aku?” Mereka menjawab:” Ya, wahai Rasulullah.” Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:”Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh (telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depanku ini. Wahai manusia, demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
Kemudian beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:”Allah Allah, shalat, Allah Allah, shalat.” (maksudnya; Aku bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat) beliau terus mengulang-ulangnya, lantas bersabda:” Wahai manusia, bertakwalah kalian terhadap kaum wanita, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita.”
Kemudian beliau bersabda:” Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba, yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya.”
Tidak ada yang memahami siapakah yang dimaksud dengan seorang hamba oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah diri beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorangpun yang paham selain Abu Bakar ra. dan kebiasaan para sahabat ra saat beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sedang berbicara adalah mereka diam, seakan-akan ada seekor burung yang bertengger di atas kepala mereka. maka saat Abu Bakar ra mendengar perkataan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dia tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis dengan sesengukan, dan ditengah masjid dia memotong pembicaraan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dia berkata:”Kami tebus anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah.” dia mengulang-ulangnya, sementara para sahabat ra melihat kepadanya dg pandangan heran, bagaimana dia berani memotong khutbah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam?”
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :”Wahai manusia, tidak ada seorangpun diantara kalian yg memiliki keutamaan di sisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar ra tidak akan di tutup selamanya.”
Kemudian mulailah beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berdo’a untuk mereka dan berkata pada akhir do’a beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebelum wafat:” Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian, mudah-mudahan Allah menolong kalian, mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian, mudah-mudahan Allah menguatkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian.”
Dan kalimat terkahir yang beliau sampaikan sebelum beliau turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajah beliau kepada ummat dari atas mimbar adalah:” Wahai manusia sampaikanlah salamku kpd orang yg mengikutiku diantara ummatku hingga hari kiamat.” Setelah itu beliaupun dibawa kembali ke rumah beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Masuklah Abdurrahman ibn Abu Bakar, dan ditangannya ada sebatang siwak. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam terus melihat kearah siwak tersebut, tetapi tidak mampu berkata aku menginginkan siwak. ‘Aisyah ra berkata:”Aku paham dari pandangan kedua mata beliau, bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. Maka aku ambil siwak itu darinya (yakni Abdurrahman ibn Abu Bakar), kemudian aku letakkan dimulutku, agar aku melunakkannya untuk Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke dalam perut Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah air ludahku.” ‘Aisyah ra berkata: ”Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah mengumpulkan antara air ludahku dg air ludah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebelum beliau wafat.”
Kemudian masuklah putrid beliau Fathimah ra pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul awal 11 H, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.
Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah ra: “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah ra berkata:” Pertama kalinya beliau berkata kepadaku:” Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kpd seluruh manusia yg hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.
Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah ra. ‘Aisyah ra berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunai atau Ar-Rafiqul A’la.
Masuklah malaikat Jibril as menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yg tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yg sebaik-baiknya.”
‘Aisyah ra menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yg bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yg ridha dan tidak murka.”
Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia ra berkata:”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.” Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib ra terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan ra seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab ra berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dg pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa as pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar ra, dia masuk kpd Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”
Keluarlah Abu Bakar ra menemui manusia dan berkata:” Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”
Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yg paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Ya Allah, berikanlah rizqi kepada kami, syafaat kekasih kami Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan satu teguk air yg menyegarkan dari haudh (telaga) beliau dg tangan beliau yg mulia.
(Dikutip dari majalah Qiblati edisi 07 tahun II)
Sebelum beliau wafat, beliau melakukan haji terakhir yang disebut sebagai haji wada’ (haji perpisahan). Saat beliau melakukan ibadah tersebut turunlah firman Allah SWT yg artinya:”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nitmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS.al-Maidah:3)
Maka menang9islah Abu Bakar as shiddiq ra. Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadanya: “Apa yg membuatmu menangis dalam ayat tersebut?” Abu Bakar ra menjawab:” Ini adalah berita kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.”
Kembalilah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dari haji wada’ dan kurang dari tujuh hari wafat beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, turunlah ayat al-Qur’an paling akhir yg artinya: “Dan peliharalah dirimu dari (azab yg terjadi pada) hari yg pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yg sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS.al-Baqarah:281).
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mulai menampakkan sakit beliau. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:”Aku ingin mengunjungi syuhada ‘Uhud”, maka beliaupun berangkat pagi menuju syuhada ‘Uhud di awal-awal bulan Shafar tahun 11 H. Lalu berdiri diatas makam para syuhada dan berkata:” Assalamu’alaikum wahai syhada ‘Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului kami dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul kalian.”
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasululah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Apa yang membuat anda menangis wahai Rasulullah ?” Beliau bersabda:” Aku merindukan saudara-saudaraku seiman.” Mereka berkata:” Bukahkah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah?” Beliau bersabda:” Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudaraku seiman adalah suatu kaum yg datang setelahku, mere ka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku.”
Saya berdoa kepada Allah SWT mudah-nudahan kita semua termasuk mereka yg dirindukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Pada hari senin 29 Shafar beliau menghadiri jenazah di Baqi’. Ketika pulang beliau merasakan pusing di kepala dan panas badannya meninggi. Maka beliaupun mulai sakit dan terus bertambah sakit. Selama sakitnya itu beliau tetap memimpin shalat selama 11 hari dari 13 atau 14 hari masa sakit beliau. Sejak kamis malam, 4 hari sebelum wafat beliau, pada waktu shalat Isya’, beliau meminta agar Abu Bakar ra menggantikannya dalam memimpin shalat.
Tiga hari sebelum beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, sakit beliau mulai mengeras. Beliau saat itu berada dirumah Sayyidah Maimunah ra. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Kumpulkanlah istri-istriku.” Maka berkumpullah istri-istri beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda kepada mereka:” Apakah kalian mengizinkan aku untuk tinggal di rumah ‘Aisyah?” Maka mereka menjawab:” Kami mengizinkan anda wahai Rasulullah.”
Kemudian beliau berkeinginan untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah ‘Ali ibn Abi Thalib, dan al-Fadl ibn al-‘Abbas ra. Maka merekapun membopong Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu mereka memindahkan beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dari kamar Maimunah ra menuju kamar ‘Aisyah ra.
Adapun para sahabat ra, baru pertama kali ini mereka melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dibopong di atas dua tangan. maka berkumpullah para sahabat ra dan mereka berkata:” Apa yang terjadi pada Rasulullah, apa yang terjadi pada Rasulullah?”
Mulailah manusia berkumpul di dalam masjid. Masjidpun mulai penuh dengan para sahabat ra. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dibawa menuju rumah ‘Aisyah ra. Mulailah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mencucurkan keringat, berkeringat dan berkeringat. Berkatalah ‘Aisyah ra:”Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yg berkeringat deras seperti ini.” Maka dia mengambil tangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan dengannya dia mengusap keringat beliau. (Maka mengapakah dia mengusap keringat dg tangan beliau dan tidak mengusapnya dengan tangannya sendiri?) ‘Aisyah ra berkata:” Sesungguhnya tangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam lebih lembut dan lebih mulia daripada tanganku, oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku.” (ini adalah sebuah penghormatan terhadap Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam)
‘Aisyah ra berkata:”Aku mendengar beliau berkata:”Laa Ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat, Laa Ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat.”
Mulailah suara-suara didalam masjid meninggi. Bersabdalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:”Apa ini?” Berkatalah ‘Aisyah ra: “Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan anda wahai Rasulullah.” Beliaupun bersabda: ”Bawalah aku kepada mereka.” Maka beliau berkehendak untuk bangun, akan tetapi tidak mampu. maka para sahabat menyirankan tujuh qirbah (timba) air kepada beliau hingga beliau bangkit, dan membawa neliau naik ke atas mimbar.
Jadilah khutbah tersebut adalah khutbah terakhir beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, menjadi kalimat terakhir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan doa terakhir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Beliau bersabda:” Wahai manusia, kalian mengkhawatirkan aku?” Mereka menjawab:” Ya, wahai Rasulullah.” Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:”Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh (telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depanku ini. Wahai manusia, demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”
Kemudian beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:”Allah Allah, shalat, Allah Allah, shalat.” (maksudnya; Aku bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat) beliau terus mengulang-ulangnya, lantas bersabda:” Wahai manusia, bertakwalah kalian terhadap kaum wanita, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita.”
Kemudian beliau bersabda:” Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba, yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya.”
Tidak ada yang memahami siapakah yang dimaksud dengan seorang hamba oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah diri beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorangpun yang paham selain Abu Bakar ra. dan kebiasaan para sahabat ra saat beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sedang berbicara adalah mereka diam, seakan-akan ada seekor burung yang bertengger di atas kepala mereka. maka saat Abu Bakar ra mendengar perkataan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dia tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis dengan sesengukan, dan ditengah masjid dia memotong pembicaraan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dia berkata:”Kami tebus anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah.” dia mengulang-ulangnya, sementara para sahabat ra melihat kepadanya dg pandangan heran, bagaimana dia berani memotong khutbah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam?”
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :”Wahai manusia, tidak ada seorangpun diantara kalian yg memiliki keutamaan di sisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar ra tidak akan di tutup selamanya.”
Kemudian mulailah beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berdo’a untuk mereka dan berkata pada akhir do’a beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebelum wafat:” Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian, mudah-mudahan Allah menolong kalian, mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian, mudah-mudahan Allah menguatkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian.”
Dan kalimat terkahir yang beliau sampaikan sebelum beliau turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajah beliau kepada ummat dari atas mimbar adalah:” Wahai manusia sampaikanlah salamku kpd orang yg mengikutiku diantara ummatku hingga hari kiamat.” Setelah itu beliaupun dibawa kembali ke rumah beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Masuklah Abdurrahman ibn Abu Bakar, dan ditangannya ada sebatang siwak. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam terus melihat kearah siwak tersebut, tetapi tidak mampu berkata aku menginginkan siwak. ‘Aisyah ra berkata:”Aku paham dari pandangan kedua mata beliau, bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. Maka aku ambil siwak itu darinya (yakni Abdurrahman ibn Abu Bakar), kemudian aku letakkan dimulutku, agar aku melunakkannya untuk Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke dalam perut Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah air ludahku.” ‘Aisyah ra berkata: ”Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah mengumpulkan antara air ludahku dg air ludah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebelum beliau wafat.”
Kemudian masuklah putrid beliau Fathimah ra pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul awal 11 H, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.
Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah ra: “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah ra berkata:” Pertama kalinya beliau berkata kepadaku:” Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kpd seluruh manusia yg hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.
Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah ra. ‘Aisyah ra berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunai atau Ar-Rafiqul A’la.
Masuklah malaikat Jibril as menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yg tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yg sebaik-baiknya.”
‘Aisyah ra menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yg bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yg ridha dan tidak murka.”
Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia ra berkata:”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.” Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib ra terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan ra seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab ra berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dg pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa as pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar ra, dia masuk kpd Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”
Keluarlah Abu Bakar ra menemui manusia dan berkata:” Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”
Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yg paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Ya Allah, berikanlah rizqi kepada kami, syafaat kekasih kami Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan satu teguk air yg menyegarkan dari haudh (telaga) beliau dg tangan beliau yg mulia.
(Dikutip dari majalah Qiblati edisi 07 tahun II)
Sukses dan Kecerdasan
Kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen sukses. John Wareham (1992), mengatakan ada 10 (sepuluh) unsur pokok untuk menjadi eksekutif yang sukses yaitu :
1. Kemampuan menampilkan pesona diri yang tepat
2. Kemampuan mengelola energi diri yang baik
3. Kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin
4. Kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat
5. Kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran)
6. Adanya kebiasaan kerja yang baik
7. Keterampilan antar manusia yang baik
8. Kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional
9. Pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan
10. Kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup.
Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Beliau mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan 10 (sepuluh Kualitas) yaitu :
1. Rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat,
2. Keterampilan berkomunikasi yang baik,
3. Keterampilan antar manusia yang baik,
4. Kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain,
5. Sikap positip terhadap orang, kerja dan diri sendiri,
6. Keterampilan menjual ide dan gagasan,
7. Kemampuan mengingat yang baik,
8. kemampuan mengatasi masalah, stres dan kekuatiran,
9. Antusiasme yang menyala-nyala, dan
10. Wawasan hidup yang luas.
Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. John Wareham, menyimpulkan hal di atas sesudah ia mewawancarai puluhan ribu calon eksekutif dan mensuplai ribuan eksekutif ke banyak perusahaan, dalam peranannya sebagai ” head Hunter ”. Begitu juga Dale Carnegie tiba pada kesimpulannya sesudah ia mewawancarai banyak tokoh sukses kontemporer pada jamannya dan sesudah membaca ribuan biografi dan otobiografi orang-orang sukses dari segala macam lapangan kehidupan.
1. Kemampuan menampilkan pesona diri yang tepat
2. Kemampuan mengelola energi diri yang baik
3. Kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin
4. Kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat
5. Kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran)
6. Adanya kebiasaan kerja yang baik
7. Keterampilan antar manusia yang baik
8. Kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional
9. Pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan
10. Kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup.
Dale Carnegie (1889-1955), bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. Beliau mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan 10 (sepuluh Kualitas) yaitu :
1. Rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat,
2. Keterampilan berkomunikasi yang baik,
3. Keterampilan antar manusia yang baik,
4. Kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain,
5. Sikap positip terhadap orang, kerja dan diri sendiri,
6. Keterampilan menjual ide dan gagasan,
7. Kemampuan mengingat yang baik,
8. kemampuan mengatasi masalah, stres dan kekuatiran,
9. Antusiasme yang menyala-nyala, dan
10. Wawasan hidup yang luas.
Jadi jelaslah bahwa kecerdasan, yang biasanya diukur dengan skala IQ, memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. John Wareham, menyimpulkan hal di atas sesudah ia mewawancarai puluhan ribu calon eksekutif dan mensuplai ribuan eksekutif ke banyak perusahaan, dalam peranannya sebagai ” head Hunter ”. Begitu juga Dale Carnegie tiba pada kesimpulannya sesudah ia mewawancarai banyak tokoh sukses kontemporer pada jamannya dan sesudah membaca ribuan biografi dan otobiografi orang-orang sukses dari segala macam lapangan kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)
