Menggali Potensi Diri Melalui Minat dan Bakat
Entrepreneurship / Kewirausahaan : Proses penerapan kreatifitas & inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda, dalam mencari peluang dari yang dihadapi setiap orang dalam setiap hari untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
WIRAUSAHA : Seorang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka suatu usaha dalam berbagai kesempatan dengan penerapan hasil pikirannya yang kreatif dan inovasi untuk sesuatu yang baru atau berbeda untuk menuju sukses dengan mencurahkan waktu dan usaha.
• Bisnis yang baik adalah bisnis yang dikerjakan sepenuh hati, layaknya mengerjakan hobby.
• Bisnis harus sesuai dengan minat Anda.
• Bisnis yang baik sedikit banyak membutuhkan bakat tertentu.
• Minat dan Bakat agar berhasil dalam bisnis harus dilatih secara kontinyu.
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Langkah awal menjadi Wirausaha yang SUKSES
1. Mimpi.
2. Kerja keras.
3. Jangan putus asa.
4. Percaya diri.
5. Ilmu.
Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
CIRI-CIRI WIRAUSAHA (ENTREPRENEUR)
1. Memiliki motif berprestasi.
2. Memiliki perspektif ke depan.
3. Memiliki kreatifitas tinggi.
4. Memiliki sifat inovasi tinggi.
5. Memiliki komitmen terhadap pekerjaan.
6. Memiliki tanggung jawab.
7. Memiliki kemandirian.
8. Memiliki keberanian menghadapi risiko.
9. Selalu mencari peluang.
10. Memiliki jiwa kepemimpinan.
11. Memiliki kemampuan manajerial.
12. Memiliki kemampuan personal.
13. Mampu memecahkan masalah.
1. MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI
Dorongan untuk berprestasi tinggi harus ada dalam diri seseorang wirausaha, karena dapat membentuk mental yang ada pada diri mereka untuk selalu lebih unggul dan mengerjakan segala sesuatu melebihi standar yang ada.
2. MEMILIKI PERSPEKTIF KE DEPAN
Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat mencapai target, sasaran atau impian, maka segeralah membuat impian-impian baru yang dapat memicu serta memberi semangat dan antusiasme kepada kita untuk mencapainya.
3. MEMILIKI KREATIFITAS TINGGI
Seorang wirausaha umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya dan wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi “permintaan”.
4. MEMILIKI SIFAT INOVASI TINGGI
Inovasi adalah kreatifitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan & memberikan nilai tambah atas sumber daya yang kita miliki.
Untuk senantiasa dapat berinovasi, kita memerlukan kecerdasan kreatif. Caranya adalah dengan berlatih untuk senantiasa menurunkan gelombang otak sedemikian sehingga kita dapat menggali kreatifitas dan intuisi bisnis.
5. MEMILIKI KOMITMEN TERHADAP PEKERJAAN
3 hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses, yaitu mimpi, kerja keras, tidak putus asa, percaya diri dan ilmu. Seorang wirausaha harus menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya, karena jika tidak akan berakibat fatal terhadap segala sesuatu yang telah dirintisnya.
6. MEMILIKI TANGGUNG JAWAB
Ide & perilaku seorang wirausaha tidak terlepas dari tuntutan tanggungjawab. Oleh karena itu, komitmen sangat diperlukan dalam pekerjaan sehingga mampu melahirkan tanggungjawab. Indikator orang yang bertanggungjawab adalah berdisiplin, penuh komitmen, bersungguh-sungguh, jujur, berdedikasi tinggi & konsisten.
7. MEMILIKI KEMANDIRIAN
Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri. Intinya adalah kepandaian dalam memanfaatkan potensi diri tanpa harus diatur oleh orang lain.
8. MEMILIKI KEBERANIAN MENGHADAPI RISIKO
Semakin besar risiko yang dihadapinya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan. Berani menghadapi risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proposional terhadap risiko yang akan diambil. Risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.
9. SELALU MENCARI PELUANG
Semakin tinggi kemampuan seorang wirausaha dalam mengerjakan berbagai tugas sekaligus, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produktif.
10. MEMILIKI JIWA KEPEMIMPINAN
Jiwa kepemimpinan, sebagai faktor penting untuk dapat mempengaruhi kinerja orang lain, memberikan sinergi yang kuat demi tercapainya suatu tujuan.
11. MEMILIKI KEMAMPUAN MANAJERIAL
Kemamuan manajerial seseorang dapat di lihat dari tiga kemampuan, yaitu :
a.Kemampuan teknik.
b. Kemampuan pribadi atau personal.
c.Kemampuan emosional.
Seorang wirausaha yang cerdas harus mampu menggunakan tenaga dan waktu orang lain untuk mencapai impiannya.
12. MEMILIKI KEMAMPUAN PERSONAL
Semua orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang wirausaha harus memperkaya diri dengan berbagai ketrampilan personal.
13. MAMPU MEMECAHKAN PERMASALAHAN
Seorang wirausaha yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami, pada umumnya lebih cepat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi.
Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang sahih, mereka dengan segera memberikan alternatif pendekatan pemecahan permasalahan.
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA
• Jujur dalam bertindak dan bersikap.
• Rajin, tepat waktu dan tidak pemalas.
• Selalu murah senyum .
• Lemah lembut dan ramah tamah.
• Sopan santun dan hormat.
• Selalu ceria dan mudah bergaul.
• Fleksibel dan suka menolong pelanggan.
• Serius dan memiliki rasa tanggung jawab.
• Rasa memiliki perusahaan yg tinggi.
FUNGSI WIRAUSAHA
Menurut Zimmerer (1996), fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda untuk dapat melakukan persaingan.
Nilai tambah tersebut diciptakan melalui :
1. Pengembangan teknologi baru.
2. Penemuan pengetahuan baru.
3. Perbaikan produk dan jasa yang ada.
4. Penemuan cara-cara berbeda.
FAKTOR KEBERHASILAN WIRAUSAHA
1. Kemampuan dan kemauan.
2. Tekad yg kuat dan kerja keras.
3. Mengenal peluang yg ada & berusaha meraihnya.
4. Pengendalian diri.
5. Tidak suka berpangku tangan.
6. Motivasi.
7. Mampu menganalisa kesempatan.
8. Pemikiran yg kreatif.
9. Percaya diri.
10. Mampu memecahkan persoalan.
11. Pemikiran yg obyektif.
FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA
1. Tidak kompeten dalam hal manajerial.
2. Kurang berpengalaman.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
4. Gagal dalam perencanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
6. Kurangnya pengawasan dan lemahnya usaha pemasaran.
7. Tidak dapat mengendalikan pertumbuhan usaha.
8. Ketidakmampuan dalam peralihan / transisi kewirausahaan.
9. Penetapan harga yang tidak tepat dan bersifat boros.
10. Kurang bersedia untuk berkorban.
KEUNTUNGAN KEWIRAUSAHAAN….
> Mengendalikan nasib anda sendiri
> Mencapai potensi sepenuhnya
> Berperan dlm masy. & mendpt pengakuan usaha
> Melakukan perubahan
> Meraih keuntungan tanpa batas
> Bersenang-senang
KELEMAHAAN KEWIRAUSAHAAN
> Pendptan yg tdk pasti
> Resiko kehilangan slrh investasi
> Tanggung jwb penuh
> Ketegangan mental yg tinggi
> Kerja lama & kerja keras
> Keputus-asaan
> Mutu hidup yang rendah sampai bisnis mapan
Ide, Inovasi dan Kreatifitas
RANCANGAN IDE BISNIS
1. Apa minat dan bakat saya ?
2. Bisnis apa yang sesuai dengan minat dan bakat saya ?
3. Bagaimana gambaran kasar bisnis tersebut ? Berdasarkan gambaran kasar tersebut, apakah pelaksanaan bisnis tersebut cocok dengan karakater pribadi saya (mau repot, mau kerja lapangan, suka tantangan, imbalannya sesuai)
4. Kalau sudah, action saja ! Maju terus !
Tidak usah banyak pikir-pikir lagi, sebab terlalu banyak berpikir malah nggak jalan-jalan.
Kreatif
Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memandang masalah dan peluang. Menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan.
Memikirkan hal-hal baru
Inovasi
Kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif untuk masalah-masalah atau kesempatan untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan orang.
Melakukan hal-hal baru.
Kreatifitas + Penerimaan Pasar = Inovasi
Inovasi adalah meniru secara kreatif.
HaMbAtAn KreAtif
• Tidak berusaha menentang kenyataan / fokus untuk “Menjadi logis.”
• Merasa hanya ada SATU pilihan jawaban yang tepat.
• Ikut KELAZIMAN / kebiasaan.
• Terlalu cepat mengevaluasi dan mengatakan “itu mustahil.”
• Takut !! (Dianggap bodoh; salah; gagal).
• Percaya bahwa “Saya tidak kreatif.”
Sikap positif untuk kreatif
> Keingintahuan
> Senang tantangan
> Ketidakpuasan yang konstruktif
5 Langkah agar dapat berpikir kreatif :
1. Hindari sikap untuk tidak belajar dan belajarlah yang banyak.
2. Diskusi dengan orang lain dan gunakan waktu untuk belajar sesuatu dengan orang lain.
3. Baca dan himpun artikel-artikel yg penting.
4. Temui profesional dan pelajari cara mereka memecahkan masalah.
5. Kembangkan ketrampilan menyimak gagasan orang lain.
PERENCANAAN PEMASARAN
KONSEP PEMASARAN
Berpedoman pada tercapainya tujuan perusahaan yang ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dan keinginan pasar sasaran & terciptanya kepuasan yang diinginkan lebih efektif & efisien daripada yang dilakukan oleh pesaing.
KONSEP PENJUALAN
Konsep ini diaplikasikan pada barang yang tidak dicari, yakni barang yang pada umumnya tidak terpikir oleh orang yang membelinya.
PERBEDAAN
| Konsep pemasaran | Konsep pemjualan |
---------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
Titik awal | Pasar | Pabrik |
Fokus | Kebutuhan konsumen | Produk yang ada |
Saran | Pemasaran terpadu | Penjualan dan Promosi |
Akhir | Keuntungan melalui kepuasan konsumen | Laba melalui Volume Penjualan |
PERENCANAAN PEMASARAN
Ada beberapa langkah dalam perencanaan pemasaran :
1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
2. Memilih pasar sasaran khusus .
3. Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan.
4. Memilih strategi pemasaran.
MENENTUKAN KEBUTUHAN & KEINGINAN PELANGGAN
> Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran.
> Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen.
> Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju.
MEMILIH PASAR SASARAN KHUSUS
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus :
a.Pasar individual (individual market)
b.Pasar market (niche market)
c.Segmentasi pasar (market segmentation)
Menempatkan Strategi Pemasaran dalam Persaingan
Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan dari lingkungan persaingan.
Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing.
a. Berorientasi pada pelanggan (customer orientation).
b. Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM), yaitu efektif, efisien dan tepat.
c. Kenyamanan (convenience) yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan dan kenikmatan.
d. Inovasi (innovation) yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa maupun proses.
e. Kecepatan (speed) atau disebut juga Time Compression Management (TCM) yang diwujudkan dalam bentuk :
* Kecepatan untuk menempatkan produk baru di pasar.
* Memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer respons time).
f. Pelayanan dan kepuasan pelanggan.
MEMILIH STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran ialah panduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran.
PENGERTIAN PASAR
Adalah orang-orang atau organisasi dengan kebutuhan atau keinginan dan kemampuan serta keinginan untuk membeli.
PENGERTIAN PEMASARAN
Adalah proses perencanaan dan penerapan konsepsi, penetapan harga, & distribusi barang, jasa & ide untuk mewujudkan pertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi.
SEGMENTASI PASAR
Market segmentation adalah proses membagi sebuah pasar ke dalam segmen-segmen atau kelompok-kelompok yang bermakna, relatif sempurna dan dapat di identifikasikan.
TUJUAN SEGMENTASI PASAR
Membuat para pemasar mampu menyesuaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan atau lebih segmen tertentu.
Kriteria Segmentasi Yang Berhasil
> Jumlahnya cukup substansial atau substansialitas (substantiality).
> Dapat diidentifikasi dan diukur (identifiability and measurability).
> Dapat diakses (accessibility).
> Daya tanggap (responsiveness).
Jumlahnya Cukup Substansial / Substansialitas (Substantiality)
Sebuah segmen harus cukup besar untuk menjamin pengembangan dengan pemeliharaan bauran pemasaran yang khusus.
Dapat Diidentifikasi & Diukur (Identifiability and Measurability)
Segmen harus bisa diidentifikasi dan besarnya harus bisa diukur.
Dapat Diakses (Accessibility)
Perusahaan harus mampu meraih anggota-anggota dari segmen sasaran dengan bauran pemasaran yang disesuaikan.
DAYA TANGGAP (RESPONSIVENESS)
Jika satu segmen pasar merespon ke bauran pemasaran secara berbeda dari segmen-segmen lainnya, maka segmen tersebut tidak perlu diperlukan secara terpisah.
DASAR MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR
1. Segmentasi berdasarkan geografis.
Terdiri dari :
a.Wilayah negara atau dunia, provinsi, kabupaten, kecamatan.
b.Ukuran pasar.
c.Tingkat kepadatan.
d.Iklim pasar.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada negara tertentu, atau hanya dijual di provinsi tertentu.
2. Segmentasi berdasarkan demografis.
Terdiri dari :
a.Usia.
b.Jenis kelamin.
c.Ukuran keluarga.
d.Pendapatan.
e.Pekerjaan.
f.Pendidikan.
g. Agama.
h. Ras kebangsaan.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dgn melayani / menjual produk kepada umur tertentu
misalnya : susu untuk bayi), jenis kelamin (lipstik untuk wanita), agama (halal untuk islam dan tidak halal untuk non islam).
3. Segmentasi berdasarkan psikografis.
Terdiri dari :
a.Kelas sosial.
b.Gaya hidup.
c.Karakteristik kepribadian.
d. Motivasi.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang kaya) atau untuk kaum yang sering berubah (gaya) tertentu.
4. Segmentasi berdasarkan perilaku.
Terdiri dari :
a. Pengetahuan.
b. Sikap.
c. Kegunaan.
d. Tanggapan terhadap suatu produk.
Artinya : Pembagian pasar dilakukan hanya dengan melayani atau menjual produk kepada pihak-pihak tertentu (orang yang memiliki pengetahuan luas dan rasional) atau untuk kaum yang peduli terhadap hal-hal tertentu.
MENENTUKAN PASAR SASARAN
3 cara menentukan Strategi Penetapan Sasaran :
1. Penetapan sasaran yang tidak membedakan/sama
(Undifferentiated Targeting).
2. Penetapan sasaran terkonsentrasi (Concentrated Targeting).
3. Penetapan sasaran segmen majemuk (Multisegment Targeting).
Keunggulan dan Kelemahan (Undifferentiated Targeting)
Keunggulan :
> Berpotensi menghemat biaya produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Penawaran produk yang tidak imajinatif.
> Perusahan lebih rentan terhadap persaingan.
Keunggulan dan Kelemahan Concentrated Targeting
Keunggulan :
> Konsentrasi pada sumber daya.
> Dapat memenuhi kebutuhan segmen yang di identifikasikan secara sempit.
> Memberikan peluang kepada beberapa perusahaan kecil untuk bersaing secara lebih baik dengan perusahaan-perusahaan besar.
Kelemahan :
> Segmen terlalu kecil, atau berubah.
> cara pesaing yang besar dapat lebih baik memasarkan ke segmen-segmen ceruk.
Keunggulan dan Kelemahan Multisegment Targeting
Keunggulan :
> Kesuksesan keuangan yang lebih besar.
> Skala ekonomis dalam produksi dan pemasaran.
Kelemahan :
> Biaya tinggi.
> Kanibalisasi.
MENETAPKAN POSISI PASAR
Posisi adalah tempat sebuah produk, merek atau kelompok produk yang ada di bank para konsumen, relatif terhadap penawaran persaingan.
Penempatan posisi (positioning) adalah mengembangan bauran pemasaran spesifik untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan-pelanggan potensial terhadap merek, lini produk atau organisasi secara umum.
DASAR POSITIONING
Dasar positioning sebagai berikut :
a.Atribut.
b. Harga dan kualitas.
c.Pemakaian atau aplikasi.
d. Pemakaian produk.
e.Kelas produk.
f.Pesaing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar